Kamis, 20 Oktober 2011

pemecahan masalah sosial melalui pendekatan interdisipliner dan multidisipliner

Pendekatan Interdisipliner, Pendekatan Multidispliner.
Karena subsistem masalah sosial banyak jumlahnya, kita harus menggunakan disiplin ilmu sosial yang juga lebih dari satu. Dengan demikian, pada pendekatan ini kita gunakan disiplin ilmu sosial yang sesuai dengan jumlah subsistem masalah yang kita analisa dan kita kaji, disebut pendekatan interdisipliner.
Pada pendekatan ini, masalah sosial didekati, dianalisa dan dikaji dari berbagai disiplin ilmu sosial secara serentak dalam waktu yang sama. Masalah sosial yang kompleks sesuai dengan subsistem masalahnya diunngkapkan dari berbagai disiplin akademis seperti : Sosiologi, Ekonomi, Antropologi, Politik, Geografi, Psikologi, Sejarah dst, bahkan mungkin dari disiplin akademis diluar ilmu sosial.
Secara tuntas, lugas dan mendalam, antara pendekatan sistem dengan pendekatan interdisipiner masalah sosial, tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Pendekatan sistem yang menggunakan disiplin akademis yang jamak, disebut pendekatan interdisipliner. Sebaliknya pendekatan interdisipliner yang menetapkan suatu masalah yang sedang didekati dan sedang dianalisa sebagai suatu sistem disebut pendekatan sistem.
Mengingat pendekatan sistem yang sekaligus juga pendekatan interdisipliner yang menggunakan disiplin akademis yang jamak. Pendekatan ini dapat pula disebut sebagai pendekatan multidisipliner. Jadi, pendekatannya pada hakekatnya sama. Ditinjau dari hakekatnya,pendekatan tadi tidak asing bagi manusia, karena berdasarkan cara berfikir manusia yang multidimensional dalam mengevaluasi suatu gejala atau masalah.
Dalam mengkaji masalah sosial yang kompleks melalui pendekatan interdisipliner atau pendekatan sistem, perlu memiliki kemampuan interdisipliner dan sistem. Kemampuan tsb baik yang ada dalam diri kita, maupun kerjasama dengan berbagai keahlian dari berbagai bidang keilmuan.

Pendekatan Terhadap Masalah Sosial

Pendekatan Terhadap Masalah Sosial
Beberapa Pendekatan Terhadap Masalah Sosial
Karena permasalahan sosial yang terjadi sangat variatif baik jenis maupun keluasannya maka dalam pemecahannya pun diperlukan berbagai macam metoda baik itu akan digunakan secara sendiri maupun bersama atau gabungan dari berbagai macam metoda. Uraian di bawah ini akan mecoba memaparkan beberapa macam metoda pendekatan terhadap masalah sosial.
A. Pendekatan Sosiologis
Melalui pendekatan ini dicoba untuk memahami masalah sosial secara sosiologis yang dibedakan atas 4 macam pendekatan, yaitu:
a. Pendekatan Agama
b. Pendekatan Hukum
c. Pendekatan Jurnalistik dan
d. Pendekatan Seni.
a. Pendekatan Agama
Pendekatan ini bersifat individual dalam arti sangat berhubungan dengan keyakinan masing-masing orang terhadap ajaran agamanya . Semakin orang yakin akan ajaran agamanya, semakin pendekatan ini effektif kegunaannya. Melalui pendekatan agama diajarkan bahwa masalah sosial timbul bila terjadi pelanggaran terhadap norma-norma agamanya. Pelanggaran terhadap norma agama akan mendapat sanksi yang kadang sifatnya sangat abstrak dan sangat tergantung kepada keyakinan para penganutnya (keyakinan tentang adanya sorga bagi yang berbuat baik dan neraka bagi orang “jahat”) Pendekatan ini lebih terasa keeffektifannya dalam kerangka preventif dengan cara penanaman nilai nilai agama sejak dini dari tiap keluarga dalam masyarakat. Ini artinya dalam pendekatan ini yang dapat berperan selain kaum rohaniwan yang memang punya kompetensi dalam bidang agama juga para orang tua dalam tiap keluarga punya peran yang cukup penting dalam kaitan penanaman nilai niliai agama secara dini kepada para anggota keluarga sehingga dengan terinternalisasinya nilai nilai agama pada tiap individu anggota masyarakat diharapkan ia bisa menjadi benteng ataupun juga filter dalam menyaring pengaruh negatif dari sekelilingnya atau dengan kata lain dapat mencegah terjadinya pelanggaran-pelanggaran terhadap nilai-nilai dan norma agama yang pada gilirannya mencegah terhadap terjadinya masalah-masalah sosial.
b. Pendekatan Hukum
Antara pendekatan hukum an pendekatan agama ada kesamaan segi historis, dalam arti pendekatan hukum dalam memandang fenomena masalah sosial bisa bersumber pada pendekatan agama. Hanya pada pendekatan hukum biasanya ia berlaku bagi semua anggota masyarakat dimana ia bertempat tinggal dan hukum tersebut diberlakukan. Pendekatan ini sanksinya lebih jelas karena mengacu pada peraturan atau norma yang sudah dikodifikasikan dan disahkan , misalnya hukuman bagi pelaku kejahatan membunuh dihikum penjara sekian tahun, pelaku kejahatan korupsi dihukum sekian tahun dst. Dengan demikian pendekatan hukum memandang bahwa masalah sosial terjadi 
bila terjadi pelanggaran terhadap norma-norma hukum dan untuk setiap pelaku pelanggaran tersebut akan dikenakan sanksi. Pendekatan ini bisa besifat preventif dalam arti masalah sosial dapat dicegah melalui upaya sosialisasi norma-norma hukum yang berlaku dalam masyarakat maupun bersifat kuratif atau rehabilitatif dalam arti terhadap pelaku pelanggar norma hukum akan diberikan sanksi tertentu dan diadakan pembinaan agar dia tidak lagi melakukan pelanggaran-pelanggaran terhadap norma hukum. Mereka yang berperan dalam pendekatan ini antara lain adalah para penegak hukum maupun aparat pemerintah yang berwajib .
c. Pendekatan Jurnalistik
Dengan pendekatan jurnalistik dimaksudkan sebagai usaha penyebarluasan informasi yang berkaitan dengan masalah sosial melalui tulisan-tulisan di media cetak. Melalui pendekatan ini masalah sosial diusahakan untuk dikenalkan pada masyarakat baik dalam arti masalah sosial itu sendiri maupun sebab-akibat serta cara-cara menghadapinya. Sejak abad 18 surat-surat kabar dan majalah-majalah telah menjadi bagian yang mencatat dan memaparkan ungkapan dan protes terhadap eksploitasi,korupsi dan degradasi pada masyarakat di Amerika Serikat. Pendekatan ini juga berusaha menyadarkan akan bahaya dari masalah sosial yang sedang dan akan terjadi.Sampai saat ini majalah, surat kabar masih menjadi sarana yang berharga dalam membangkitkan kesadran masyarakat akan bahaya narkoba, Prostitusi, HIV/AIDS dan masalah-masalah sosial lain. Mereka yang bisa berperan dalam pendekatan ini selain para jurnalist, bisa juga orang-orang yang punya kompetensi dalam bidangnya dan punya kemampuan menulis (penjelasan secara medis dari dokter tentang HIV/AIDS, penjelsan dari ahli ilmu sosial tentang kemiskinan dst). Pendekatan ini dianggap cukup besar artinya dalam arti ia bisa mempunyai jangkauan yang luas baik dari segi penyebaran geografis maupun kelompok sasaran orang yang akan dituju. Dalam hal sasarannya masyarakat, maka dengan pendekatan ini bisa menekan situasi panik dari masyarakat yang semula tidak faham akan situasi sosial yang bermasalah yang sedang terjadi (kepanikan masyarakat ketika bahaya AIDS baru pertama kali diketahui, banyak penderita AIDS yang diperlakukan tidak manusiawi karena ketidak tahuan orang tentang bagaimana cara penularan penyakit tsb).
Walaupun pendekatan ini bisa mempunyai jangkauan yang luas, sayangnya pendekatan ini hanya effektif bagi masyarakat yang mempunyai budaya baca.
d. Pendekatan Seni
Pendekatan seni adalah suatu upaya yang dilakukan para seniman (seni drama, musik, tari, lukis, sastra dsb) untuk membangun simpati kemanusiaan sehubungan dengan sistuasi sosial yang bermasalah.
Melalui pementasan dramanya para dramawan seringkali memberikan kritik sosialnya terhada pemerintahan yang telah menyimpang dari tujuannya (banyaknya terjadi koruspsi, kolusi, nepotisme dan kebobrokan-kebobrokan lain yang dilakukan oleh para aparat pemerintahan). Para musisi menciptakan lagu-lagu yang juga berisi protes terhadap situasi dunia yang jauh dari perdamaian, begitu juga yanng dilakukan para sastrawan melalui puisi atau novelnya ataupun para pelukis dengan hasil coretan di atas kanvasnya yang mencoba menuangkan ungkapan hatinya yang juga mencoba mewakili suara rakyat dalam melakukan kritik sosial biasanya terhadap pemerintah yang mulai dianggap “korup”, sehingga menimbulkan masalah sosial.Dalam pendekatan ini juga harus memperhitungkan kelompok yang jadi sasaran.(misal melalui musik, apabila yang jadi sasaran pendekatan adalah anak muda, maka musik yang digunakan juga musik yang sesuai dengan selera anak muda, begitu juga dengan ksenian lainnya, misalnya wayang cocok untuk digunakan pada masyarakat desa di Jawa dst).

B. Pendekatan Lain
Selain pendekatan sosiologis di atas ada beberapa pendekatan lain yang dapat digunakan dalam penanganan masalah-masalah sosial seperti yang akan diuraikan dibawah ini.
1. Pendekatan Ekologi
Yaitu suatu metode pendekatan yang yang didasarkan atas konsep dan prinsip ekologi ,dalam arti menelaah masalah sosial sebagai hasil interrelasi antara masyarakat manusia dengan lingkungannya pada suatu ekosistem . pada pendekatan ini kita tidak memisahkan komponen masyarakat manusia dari komponen lingkungannya.
Melalui pendekatan ekologi, pertumbuhan masyarakat manusia di tempat-tempat tertentu, baik di perkotaan maupun di pedesaan dengan segala aspeknya dipelajari dan dikaji pengaruhnya tehadap lingkungan setempat. Diteliti pengaruhnya tadi apakah tetap seimbang ataukah menimbulkan ketimpangan, sampai sejauh mana ketimpangan tadi menyebabkan terjadinya masalah sosial bagi masyarakat setempat.
Melalui pendekatan ekologi dikaji kemampuan daya tampung lingkungan alam tehadap kehidupan masyarakat manusia di tempat tertentu. Sedangkan daya tampung lingkungan yaitu suatu ukuran tertentu yang menunjukkan jumlah individu yang dapat ditunjang oleh lingkungan tersebut.
Manusia merupakan bagian dari alam, bukan penguasa alam oleh karena itu perbuatan manusia yang serampangan tidak terencana yang menimbulkan ketimpangan lingkungan akhirnya merugikan dan mengancam kehidupan ,manusia itu sendiri.
Aspek-aspek yang harus diungkapkan dari komponen manusia pada pendekatan ekologi yaitu, aspek demografisnya, sosial ekonomi, sosial budaya, sosial politik; sosial geografis, sosial historis dan yang lainnya yang berpengaruh terhadap perkembangan dan perubahan lingkungan alam. Data kuantitatif dan kualitatif aspek-aspek tersebut dianalisa untuk meyakinkan terjadinya ketimpangan yang menyebabkan masalah sosial .
Yang mendorong terjadinya masalah sosial pada ekosistem adalah bahwa manusia berkecenderungan menyederhanakan keadaan unsur-unsur ekosistem tersebut, sehingga menjadi labil dan mudah goncang . Kegoncangan inilah yang menyebabkan terjadinya ketimpangan ekologis yang pada gilirannya dapat menimbulkan masalah sosial yang dapat mengancam kehidupan manusia. Paul R Erlich et.al mengemukakan bahwa manusia telah menjadi musuh bagi kompleks sistem ekologis yang menyebabkan tidak stabilnya suatu ekosistem
2. Pendekatan Pertumbuhan Eksponensial
Yaitu suatu pendekatan yang menyebutkan bahwa pertumbuhan kuantitas dan kualitas suatu benda, suatu unsur atau gejala dari suatu tingkat ke tingkat berikutnya terjadi dengan kelipatan dua.
Pendekatan ini berlandaskan metodologi dinamika sistem yang merupakan suatu metodologi untuk menganalisa kelakuan dan relasi komponen-komponen yang kompleks pada suatu sistem . Kerangka kerja dinamika sistem ini berdasarkan suatu model untuk menyusun pemikiran interrelasi komponen-komponen pokok tertentu, serta untuk mengetahui bagaimana komponen-komponen tadi saling mempengaruhi satu sama lain dalam suatu sistem. Variabel –variabel disusun pada suatu pola kerangka umpan balik positif dan negatif yang dapat diungkapkan keterkaitan antara unsur-unsur atau faktor-faktor atau komponen-komponen yang menggambarkan suatu sistem.
Pendekatan ini dapat digunakan untuk mengadakan analisa sistem yang kompleks dan berubah serta tumbuh secara dinamik terus menerus yang menyebabkan masalah sosial.
Pada pendekatan pertumbuhan eksponensial harus ditentukan dulu masalah yang akan dianalisa. Selanjutnya diteliti unsur – unsur atau faktor-faktor atau komponen-komponen apa yang jadi dasar penyebab masalah sosial tadi, kemudian dianalisa kaitan pertumbuhan satu faktor dengan yang lainnya dan dianalisa pengaruh pertumbuhan faktor yang satu dengan yang lainnya. Dari pertumbuhan faktor-faktor tadi, dapat dianalisa dan diketahui keseimbangan/ketidakseimbangan pertumbuhan faktor– faktor tersebut dalam suatu sistem yang akhirnya dapat menyebabkan terjadinya ,masalah sosial.
Berdasarkan analisa pertumbuhan eksponensial, kita dapat mengetahui komponen mana yang terlalu cepat atau lambat pertumbuhannya dalam kerangka proses dinamikanya. Inilah yang menimbulkan ketidakseimbangan yang kemudian menimbulkan masalah .
3. Pendekatan Sistem
Yaitu suatu pendekatan yang yang menetapkan bahwa masalah sosial tadi sebagai suatu sistem. Pendekatan sistem ini dijiwai oleh faham ekspansionisme dan cara berfikir sintetik. Ekspansionisme yaitu suatu doktrin yang mempertahankan bahwa semua benda, peristiwa, dengan segala pengalamannya merupakan bagian dari suatu kebulatan yang besar. Ekspansionisme merupakan cara lain meninjau suatu benda atau peristiwa disamping faham reduksionisme yaitu suatu doktrin yang mempertahankan bahwa semua benda dan peristiwa dengan segala perbendaharaan dan pengalamannya terbentuk dari unsur-unsur yang merupakan bagian – bagian yang tidak nampak. Faham ini didasari oleh cara berfikir analitik yang mengungkap segala sesuatu dapat dijelaskan sampai dapat dimengerti.
Berfikir sintetik yang tidak dapat dipisahkan dipisahkan dari faham ekspansionisme yaitu cara berfikir yang didasarkan pada proses mental yang menjelaskan sesuatu dengan meninjaunya sebagai bagian dari sistem yang luas serta menjelaskannys berdasarkan peranan hal tersebut dalam sistem.
Penerapan cara berfikir sintetik yang diterapkan pada sistem masalah inilah yang disebut pendekatan sistem.
Sistem yaitu suatu rangkaian gejala yang dihubungkan satu sma lain oleh suatu proses umum. Dalam kehidupan sosial manusia, tiap aspek kehidupan merupakan gejala yang berhubungan satu sama lain membentuk satu sistem. Segala aspek kehidupan sosial manusia dengan prosesnya yang terus berlangsung, merupakan suatu sistem kehidupan. Kedudukan suatu sitem lebih tinggi daripada kedudukan bagian-bagian yang membentuknya.
Pada konsep sistem, benda,gejala, atau peristiwa ditetapkan sebagai satu keseluruhan dan satu kebulatan yang tidak terpisahkan dari bagian-bagiannya. Pada suatu sistem, bagian –bagian yang terpisah tidak berarti apa-apa bila dibandingkan dengan kedudukannya sebagai komponen atau subsistem dalam keseluruhan yang bulat. Suatu sistem lebih tinggi nilainya daripada bagian-bagiannya.
Kehidupan sosial manusia atau masyarakat merupakan suatu sistem sebagai hasil interrelasi dan interaksi manusia dengan segala aspek kehidupannya. Pada konsep sistem ini, aspek kehidupan manusia di masyarakat, kita tetapkan sebagai komponen atau subsistem yang membentruk sistem tadi. Aspek kehidupan biologis, budaya, ekonomi, politik,psikholgis dst, merupakan subsistem yang berinterrelasi satu sama lain yang membentuk sistem kehidupan manusia yang kompleks.
Peninjauan dan pendekatan aspek kehidupan sosial manusia dalam mengkaji masalah sosial dengan pendekatan sistem, tidak dilepaskan atau direduksikan satu sama lain, melainkan ditinjau sebagai satu kebulatan yang tidak terpisah-pisah.
Pada pengkajian masalah sosial dengan menggunakan pendekatan sistem, subsistem lingkungan tidak dapat diabaikan. Subsistem lingkungan besar peranan dan perkaitannya dengan warna masalah sosial tadi. Dalam hal ini, proses berfikir sistem tidak memisahkan tiap langkah dan tiap aparat sebagai satu kebulatan pada pendekatan sistem. Pendekatan sistem secara lugas, merupakan proses keseluruhan mulai dari penentuan subsistem, perencanaan alat pengumpul data, pengumpulan data, analisa data sampai kepada penarikan kesimpulan.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar